ZonaBebaZ
ZonaBebaZ
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Hang Tuah, Sea and Coast Guard Malaka Abad ke-15

Sejarah mencatat, Indonesia memiliki banyak pahlawan maritim. Sebut saja salah satunya Hang Tuah, seorang pahlawan dan tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka. Ia seorang pelaut berpangkat Laksamana dan petarung hebat di laut maupun di daratan.


Beberapa sumber melansir penggambaran Hang Tuah dari beberapa versi. Ada yang menyebutkan bahwa dahulunya ia adalah seorang nelayan miskin. Hang Tuah hidup pada abad ke-15. Menurut sebuah sumber, ia lahir di Kampung Sungai Duyong, Malaka, sekira tahun 1444.

Pada masa mudanya, Hang Tuah beserta empat teman seperjuangannya, Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu membunuh sekelompok bandit dan dua orang yang berjaya menghancurkan desa. Bendahara—ketika itu sederajat dengan Perdana Menteri dalam sistem pemerintahan sekarang—dari Melaka mengetahui kehebatan itu dan memanggil mereka untuk berkerja di istana.


Seperti yang dikatakan seorang Tokoh Masyarakat dari kepulauan Natuna, Rodhial Huda, “Banyak orang mengira bahwa Hang Tuah adalah seorang bajak laut di Perairan malaka, padahal dia adalah sebagai sea and coast guard saat ini.”

Menurut Rodhial, perdagangan VOC dahulu selalu menggunakan jalur perdagangan Selat Malaka. Ketika itu, banyak terjadi pembajakan dan Hang Tuah mampu memberikan pengamanan pelayaran. Penjajah kemudian menghasut, dengan menyebut Hang Tuah sebagai bajak laut. Stigma itu pun melekat pada kelompok Hang Tuah. 



Sumber : http://jurnalmaritim.com/2014/8/1953/hang-tuah-sea-and-coast-guard-malaka-abad-ke-15

Kamis, 03 Januari 2013

Indonesia Kembali Juarai Parade Bunga di Amerika

Warna-warni bunga dan kreativitas warga Indonesia berhasil memukau juri di Parade Bunga Mawar ke-124 di Pasadena, California, Amerika Serikat, 1 Januari lalu. Akhirnya, Indonesia kembali memenangkan Piala Presiden parade mawar yang tahun sebelumnya juga berhasil diraih.

Konvoi Indonesia dalam parade mawar di Pasadena, AS ( REUTERS/Jonathan Alcorn )
Konvoi Indonesia dalam parade mawar di Pasadena, AS ( REUTERS/Jonathan Alcorn )

Seperti diberitakan Reuters, tahun lalu Indonesia berhasil meraih penghargaan ini sebagai peserta non-komersil yang menggunakan bunga paling efektif dalam rangkaian kendaraan hias mereka.

Tahun ini, dengan tema "Wonderful Indonesia" para delegasi tanah air menampilkan tiga sosok wayang golek dalam kendaraan mereka, yaitu Krisna, Arjuna dan Gatotkaca. Mengikuti kendaraan tersebut, berbagai kendaraan berhias stupa dan diiringi gamelan Jawa Tengah memeriahkan iring-iringan.


Beberapa delegasi yang berjalan kaki dihiasi dengan kostum megah bercirikan pakaian adat Indonesia. Dengan senyum manis nan sumringah, mereka berhasil menarik hati warga dan juri yang hadir dalam acara tahun baru itu.

Parade Bunga Mawar bertema “Oh the Places You’ll Go!” ini diikuti oleh 41 kendaraan yang dihiasi dengan rangkaian berbagai ragam tanaman bunga dari berbagai instansi di beberapa negara bagian di Amerika Serikat serta perwakilan dari negara asing.

Kendaraan hias ini berpawai bersama unit pasukan berkuda, dimeriahkan dengan iringan marching band dalam rute sepanjang 8,85 kilometer mengelilingi kota Pasadena. 


Sumber : VIVA

Selasa, 09 Oktober 2012

Teru Teru Bozu : Boneka Pencegah Hujan Dari Jepang

Teru Teru Bozu, boneka penolak hujan dari Jepang. Untuk mencegah hujan, orang-orang Jepang membuat boneka teru teru bozu (てるてる坊主). "Teru" dalam bahasa jepang menggambarkan cahaya matahari, sedangkan "bozu" berarti biksu, mengarah ke kepala botak teru teru bozu. Boneka kecil yang terbuat dari selembar kain putih atau kertas tissue ini dipercaya bisa menangkal hujan. Anak-anak biasanya menggantungnya sehari sebelum piknik sekolah, untuk meminta hari yang cerah esok.

Di satu sisi, hujan ini membawa berkah bagi petani, karena di Jepang yang merupakan negara empat musim, turunnya hujan tidak sesering di Indonesia. Di sisi lain, hujan menyebabkan kita sulit beraktifitas, misalnya kita tidak dapat pergi keluar rumah tanpa payung atau jas hujan, tidak bisa menjemur pakaian, dan lain-lain. Oleh karena itu kalau kita menggantung teru teru bozu terbalik (dengan kepala di bawah), itu artinya kita meminta turunnya hujan.

 
Ada lagunya juga lho :

Romanji

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Itsuka no yume no sora no yō ni
Haretara kin no suzu ageyo

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Watashi no negai wo kiita nara
Amai o-sake wo tanto nomasho

Teru-teru-bōzu, teru bōzu
Ashita tenki ni shite o-kure
Sorete mo kumotte naitetara
Sonata no kubi wo chon to kiru zo

Terjemahan :

Teru-Teru-bōzu, bōzu Teru
Jangan membuat esok hari yang cerah
Seperti langit dalam mimpi suatu waktu
Jika cerah aku akan memberimu sebuah bel emas

Teru-Teru-bōzu, bōzu Teru
Jangan membuat esok hari yang cerah
Jika Anda membuat keinginan saya menjadi kenyataan
Kami akan minum banyak anggur beras manis

Teru-Teru-bōzu, bōzu Teru
Jangan membuat esok hari yang cerah
Tetapi jika awan menangis (hujan)
Lalu aku akan memotong kepala

Song by: Kyoson Asahara and composed by : Shinpei Nakayama, Dirilis th.1921

Lagu ini dikabarkan memiliki sejarah gelap daripada yang pertama kali muncul. Hal ini diduga berasal dari sebuah kisah tentang seorang biksu yang berjanji pada petani untuk menghentikan hujan dan membawa cuaca cerah selama hujan berkepanjangan yang merusak tanaman.



Ketika biarawan itu gagal membawa sinar matahari, ia dieksekusi. Banyak sejarawan rakyat Jepang, bagaimanapun, percaya cerita ini dan lain-lain tentang asal-usul teru teru bozu mungkin berasal dari tradisi lama setelah itu menjadi luas, kemungkinan besar dalam upaya untuk memperbaiki citra boneka.

Hal ini lebih mungkin bahwa "bōzu" dalam nama tidak merujuk kepada seorang biarawan Buddha yang sebenarnya, tetapi untuk bulat, kepala botak biksu seperti boneka, dan "Teru Teru" bercanda merujuk pada efek sinar matahari terang yang mencerminkan dari sebuah kepala botak.

Sumber :http://ceriwis.us/showthread.php?t=212848
 
// EMOTICON KOMENTAR // ENDING EMOTICON KOMENTAR